Call Us Today

0811-2610-514

Panduan Membangun Cerobong di Industri Migas

Inilah Panduan Utama Membangun Cerobong Asap yang Aman di Industri Migas!

Cerobong asap adalah salah satu komponen penting dalam industri minyak dan gas (migas).

Namun, pembangunan cerobong asap yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan polusi udara yang signifikan.

 

Berdasarkan World Air Quality Report 2023, kualitas udara Indonesia menduduki peringkat 14 dunia sebagai negara dengan kualitas udara yang sangat tidak sehat.   

 

Sertifikasi ISO 14001 memainkan peran penting dalam memastikan bahwa cerobong asap dibangun sesuai dengan peraturan yang berlaku dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

 

Artikel ini akan membahas peraturan dan standar yang berlaku di Indonesia serta pentingnya Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) dalam pembangunan cerobong asap.

 

Peraturan dan Standar yang Berlaku di Indonesia

Di Indonesia, pengendalian pencemaran udara diatur oleh beberapa peraturan pemerintah.

 

Salah satu yang utama adalah Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 ini berfungsi sebagai pedoman teknis dan hukum dalam mengendalikan pencemaran udara di Indonesia, serta memastikan perlindungan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Peraturan ini juga menetapkan batas emisi yang harus dipatuhi oleh berbagai industri, termasuk industri migas.

 

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengawasi pelaksanaan peraturan ini untuk memastikan bahwa industri tidak melebihi batas emisi yang ditetapkan.

 

 

Standar Emisi untuk Industri Migas

Industri migas di Indonesia harus mematuhi standar emisi yang ketat untuk mencegah pencemaran udara.

Standar ini mencakup batas maksimum emisi gas buang, partikel, dan zat berbahaya lainnya yang dihasilkan dari proses produksi.

Standar emisi untuk industri migas di Indonesia terdiri dari beberapa ketentuan yang ditetapkan untuk mengurangi emisi karbon dan mengoptimalkan penggunaan energi. 

 

Berikut adalah beberapa standar emisi yang relevan:

1. Standar Euro 4

Pemerintah Indonesia telah menetapkan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel, yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). (Sumber: https://migas.esdm.go.id/

2. Carbon Capture and Storage (CCS)

Teknologi CCS digunakan untuk mengurangi emisi karbon melalui penginjeksian dan penyimpanan karbon di wilayah tertentu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan teknologi ini.

 

3. Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)

CCUS adalah upaya lain untuk mengurangi emisi karbon melalui penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon. 

Berdasarkan berita yang dipublikasi di www.antaranews.com, disebutkan bahwa SKK Migas, sebuah badan kerja yang berada di bawah Kementerian ESDM, telah mengembangkan enam upaya untuk mengurangi emisi karbon, termasuk penggunaan teknologi CCUS.

 

4. Baku Mutu Udara Ambien

Buku mutu udara ambien di Indonesia ditetapkan untuk mengendalikan kualitas udara di sekitar lokasi industri migas. 

 

5. Kebijakan Kebangkitan Energi Rendah Karbon

Mengutip dari www.cnbcindonesia.com, Pemerintah Indonesia memiliki target produksi minta 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030. Untuk mencapai target ini, industri migas harus meningkatkan penggunaan teknologi rendah karbon dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

 

 

Sertifikasi ISO 14001 membantu perusahaan migas untuk mengidentifikasi dan mengendalikan sumber-sumber pencemaran serta memastikan bahwa perusahaan migas Anda mematuhi standar emisi yang berlaku.

 

Menurut data dari KLHK, pencemaran udara dari industri migas menyumbang sekitar 15% dari total emisi industri di Indonesia.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan migas untuk memastikan bahwa perusahaan migas Anda telah mematuhi standar emisi untuk mengurangi dampak negatif terhadap kualitas udara.

 

 

Izin dan Persyaratan Lingkungan

Sebelum membangun cerobong asap, perusahaan migas harus mendapatkan izin lingkungan dari pemerintah.

Proses ini melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh cerobong asap.

 

Beberapa izin dan persyaratan lingkungan yang harus dipenuhi antara lain:

 

  1.   Izin Lingkungan (AMDAL): Analisis mengenai dampak lingkungan yang diperlukan sebelum memulai proyek besar, termasuk pembangunan cerobong asap.
  2.   Izin Pengelolaan Lingkungan: Izin yang mengatur bagaimana perusahaan harus mengelola limbah dan emisi yang dihasilkan selama operasi.

 

 

Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)

Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) adalah bagian penting dari proses perizinan lingkungan di Indonesia.

ANDAL membantu perusahaan migas untuk memahami dampak potensial dari pembangunan cerobong asap terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

 

Proses ANDAL melibatkan berbagai tahap, mulai dari identifikasi potensi dampak hingga penyusunan rencana mitigasi. 

Proses Penyusunan ANDAL

Proses penyusunan ANDAL melibatkan beberapa langkah penting, termasuk:

  1.   Identifikasi Dampak Potensial: Menentukan potensi dampak lingkungan yang mungkin timbul dari pembangunan cerobong asap, seperti peningkatan emisi gas buang dan partikel.
  2.   Penilaian Dampak: Menilai sejauh mana dampak tersebut dapat mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat di sekitar area proyek.
  3.   Rencana Mitigasi: Menyusun rencana untuk mengurangi atau mengelola dampak negatif, seperti penggunaan teknologi pengendalian emisi dan pemantauan kualitas udara secara rutin.
  4.   Konsultasi Publik: Melibatkan masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam proses penyusunan ANDAL untuk memastikan bahwa semua kekhawatiran dan masukan telah dipertimbangkan.

 

 

Pentingnya Sertifikasi ISO 14001

Sertifikasi ISO 14001 membantu perusahaan migas untuk mematuhi peraturan lingkungan dan mengimplementasikan praktik terbaik dalam pengelolaan dampak lingkungan.

 

Dengan mengikuti standar ISO 14001, perusahaan dapat:

  1.   Memastikan Kepatuhan: Memastikan bahwa semua operasi, termasuk pembangunan cerobong asap, sesuai dengan peraturan dan standar lingkungan yang berlaku.
  2.   Meningkatkan Reputasi: Meningkatkan reputasi perusahaan sebagai entitas yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, yang dapat meningkatkan kepercayaan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.
  3.   Mengurangi Risiko: Mengurangi risiko pencemaran udara dan dampak negatif lainnya terhadap lingkungan, yang pada gilirannya dapat mengurangi potensi sanksi hukum dan biaya perbaikan.

 

Pembangunan cerobong asap di industri migas harus dilakukan dengan hati-hati dan mematuhi semua peraturan dan standar lingkungan yang berlaku.

Sertifikasi ISO 14001 memainkan peran penting dalam memastikan bahwa perusahaan migas dapat mengelola dampak lingkungan dengan efektif dan bertanggung jawab.

Dengan memahami pentingnya ANDAL dan mematuhi peraturan pemerintah, perusahaan dapat mengurangi risiko pencemaran udara dan meningkatkan efisiensi operasional.

 

Baca Juga:Peran ISO 14001 Bentengi Bisnis Anda dari Ancaman Lingkungan

 

Jika Organisasi Anda sedang mencari layanan sertifikasi dan audit ISO 14001 yang dapat membantu Anda mencapai kepatuhan dan keberlanjutan lingkungan yang lebih baik, Hubungi kami lebih lanjut dengan klik tombol whatsapp di bawah.